Adab Membaca Al-Qur'an
Al-Qur'an merupakan kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi umat manusia selama di dunia. Dan bagi orang-orang yang membaca, mempelajari serta mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Qur'an akan mendapatkan pahala yang akan dipanen kelak ketika di akhirat.
Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya." (HR. Imam Muslim).
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,
Al-Qur'an akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, Ya Allah, berikan dia perhiasan. Lalu Allah berikan seorang hafiz Al-Qur'an mahkota kemuliaan. Al-Qur'an meminta lagi, Ya Allah, tambahkan untuknya. Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, Ya Allah, ridai dia. Allah pun meridainya. Lalu dikatakan kepada hafiz Al-Quran, Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca." (HR. Turmudzi 3164 dan beliau menilai Hasan shahih).
Oleh karena Al-Qur'an bukanlah sebuah benda yang sembarangan, maka sudah seyogyanya untuk kita memperlakukan Al-Quran dengan cara yang arif. Begitu pula saat kita membacanya, maka harus memperhatikan adab yang berlaku dan tidak boleh asal-asalan.
Imam Nawawi dalam kitab “At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur'an” menyebutkan ada 10 adab yang mesti diperhatikan bagi seseorang yang sedang membaca Al-Quran:
Sebaiknya bersihkan dahulu mulut kita dengan menggunakan siwak atau menggosok gigi. Salah satu tujuannya adalah untuk memberikan bau harum dari mulut kita, ketika kita membaca Al Quran, sehingga tidak akan mengganggu orang-orang yang ada di dekat kita.
Biasakan berwudu dahulu sebelum menyentuh dan membaca Al-Qur'an.
Dikarenakan Al Quran adalah sebuah kalam suci Ilahi yang diberikan kepada kekasihnya yakni Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, maka sudah seyogyanya untuk sesuatu yang suci harus diawali dengan kesucian pula.
Menghadap kiblat sebagaimana kita sedang melaksanakan salat.
Sebagai simbul ibadah kepada Allah SWT.
Mengawalinya dengan kalimat taawuz (a'udzubillahi minasyaitonirrajim).
Perwujudan minta perlindungan kepada Allah SWT dari setiap godaan syetan yang ada di sekitar kita.
Membaca basmalah di setiap awal surah, kecuali pada surah At-Taubah.
Sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas setiap nikmat yang telah kita terima.
Bacalah dengan khusyuk dan di tempat yang bersih.
Karena Alqur an sebuah kalam suci maka untuk meletakkan pun sebaiknya juga ditempat yang suci.
Menangislah apabila bertemu dengan ayat-ayat yang menceritakan adzab.
Sebagai bahan perenungan akan siksa/adzab ketika seorang hamba melakukan dosa.
Bacalah dengan tenang dan tidak terburu-buru.
Sebab setiap sesuatu yang dikerjakan dengan tenang nantinya akan mendapatkan hasil yang menyenangkan. Pun dengan membaca Al qur an, ketika seseorang mampu membaca Al Quran dengan tartil dan fashih (tenang), maka orang-orang yang mendengarkan juga akan merasa senang dengan bacaan tersebut dan kedamaian juga bisa dirasakan. Sebaliknya ketika seseorang membaca Al Quran dengan nada terburu-buru, maka didengarpun tidak terasa nyaman, belum lagi dengan makhorijul huruf dan tajwidnya yang tidak bisa tertata dengan benar. Maka ketika kita membaca Al quran, sudah seharusnya dengan perasaan tenang sekaligus menerapkan makhorijul huruf dan tajwidnya, tidak dengan perasaan terburu-buru, sebab terburu-buru adalah termasuk pekerjaan syetan.
Baca dengan irama yang indah.
Yang membuat orang merasa senang dan tertarik untuk mendengarkan alunan ayat-ayat suci Al quran, salah satunya adalah ketika qori (orang yang membaca Al quran) mengalunkannya dengan irama yang indah tapi tanpa menghilangkan tajwid dan makhroj yang benar.
Mohonlah karunia saat membaca ayat yang dikaitkan dengan rahmat.
Sebagai wujud penghambaan kepada Allah SWT bahwa seorang hamba benar-benar membutuhkan rahmat (kawelasan) dariNya.
Dari uraian diatas, semoga bisa menambah ilmu dan wawasan kita semua akan pentingnya ber-adab ketika kita membaca Al Quran. Adap merupakan keniscayaan dalam kehidupan. Sebab siapapun kita, orang akan menghargai kita karena kita memiliki adap/ etika/ sopan santun/ tata krama. Dan sekarang, marilah kita introspeksi diri kita, sudahkah, ketika kita membaca Al Quran, sesuai dengan apa yang telah di sampaikan oleh Imam nawawi diatas, dengan menggunakan 10 adap/ tata karma ??? Bila belum, marilah bersama-sama kita perlakukan Al Quran dengan sebaik-baiknya, agar kelak di hari kiamat kita bisa mendapatkan syafaat dariNya. Amiin.
Wallahu a'lam.
Sangat bagus,hal etika yg seharusnya dilakukan ketika tilawah alqur'an....
BalasHapusAdap merupakan prioritas tuk memperoleh ilmu nafi'..
BalasHapusSemoga generasi penerus bisa beradab
BalasHapus