Selasa, 23 Juni 2020

PERSPEKTIF ISLAM TENTANG NEW NORMAL

PERSPEKTIF ISLAM TENTANG NEW NORMAL 
 

Oleh: Makrifatul Ulwiyah
PAI Non PNS Kec. Berbek

Sejarah timbul tenggelamnya wabah di masa umat Islam sangat banyak menghiasi khazanah keilmuan. Literasi penemuan vaksin oleh ilmuwan muslim pun sebenarnya sudah dicetuskan jauh sebelum peradaban kapitalis muncul. Ar Razi atau di dunia Barat dikenal dengan nama Rhazes menemukan metode vaksinasi pertama dan bahkan meletakkan dasar teori imunitas bawaan. Buku Ar Razi yang berjudul Al Judari wal Hasbah (cacar dan campak) mengemukakan pembahasan mengenai patologis medis pada penyakit menular dan berbagai pembuktian eksperimennya. 
Kekayaan pengalaman dan kesuksesan umat Islam mengentaskan epidemi bukanlah peristiwa baru yang patut diragukan. Kehadiran ajaran Islam dan khazanah medisnya telah membuktikan tangguhnya sebuah paradigma yang dimiliki umat Islam. Dalam anjuran bersuci untuk menghilangkan najis dan hadats misalnya, Islam memiliki perincian aturan yang perlu diperhatikan. Puncak paradigma ini juga dibangun oleh aturan lain dalam berekonomi dan menerapkan gaya hidup sehat ala kepemimpinan Nabi.
Apabila dalam protokol terkecil seperti kebiasaan menjaga diri dari hal yang kotor, berwudhu atau mandi bersih,  tidak sembarang bersentuhan dengan orang lain, dan menjaga jarak interaksi sudah terbiasa diterapkan, maka untuk merevolusi paradigma hidup di era New Normal bukanlah hal yang sulit. Jika aturannya sekadar mempraktiskan pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi nan menyehatkan tentu mudah dilakukan. Rajin berolah raga dan menjaga stamina daya tahan tubuh bukanlah hal yang sukar. Tantangannya, mampukah kita merevolusi paradigma New Normal dalam tataran konsep dan strategi konkrit?
Kita bisa mulai dari menginstal ulang bangunan negaraan yang aman dari virus sehingga bersih sistemnya dan sehat ekonominya. Perubahan pada semua bidang pasca pandemi harus lekas digalakkan, pastinya di atas paradigma New Normal yang terbukti sukses mengentaskan wabah. Oleh karena itu sudut pandang Islam ketika memasuki era New Normal berhasil mengatur kehidupan masyarakat dengan tegas dan tuntas, mulai dari mitigasi hingga pengaturan berskala besar.
Selain itu kesehatan publik tidak bisa dijadikan uji coba sehingga alternatif memasuki era New Normal sungguh bukanlah solusi yang tepat. Kondisi normal baru ala Satgas Covid-19 memang bisa saja ditempuh apabila Indonesia siap menjamin imunitas masyarakatnya selamat dari serangan virus. Namun selama tidak ada kesiapan sementara kondisi Indonesia masih belum normal maka solusi New Normal hanyalah solusi bunuh diri massal. Lepas dari satu jeratan, masuk pada jeratan lainnya sampai muncul gelombang transmisi baru yang tak terbendung.
Padahal untuk mengendalikan pandemi dibutuhkan paradigma lain daripada yang lain. Tidak cukup sekadar menginstruksikan diam di rumah, tidak mudik atau tidak melakukan perjalanan ke wilayah pandemi tetapi sabuk pengamannya malah longgar. Maka, kemandirian sebuah negara harusnya dibangun untuk melawan dan membasmi CoVid-19 ini dengan disiplin ketat
Kemudian kita harus berani merevolusi paradigma Islam dalam meninjau problematika pandemi. Secepatnya memberikan penjaminan sandang pangan bagi kebutuhan primer rakyat agar tak ada alasan bagi mereka melanggar PSBB. Selanjutnya kita harus fokus menghadapi corona dengan mengadaptasi paradigma Islam dalam mengentaskan wabah. Solusi jangka pendek maupun jangka panjang ini nantinya akan menghentikan arus penularan dari manusia ke manusia.
Terakhir, negara punya kewenangan mengubah mindset masyarakat mengenai pentingnya kesadaran hidup bersih dan sehat. Sembari memaksimalkan peluang untuk memetakan solusi yang pas memasuki era New Normal. Selanjutnya akan tumbuh kesehatan masyarakat global diikuti berkembangnya stabilitas ekonomi di atas kemandirian sistem politiknya. Wallaoohu a’lam bishshowaab…

Berbek, Juni 2020

6 komentar:

  1. Memang kita harus belajar dari masa lalu
    Jangan sampai sejarah terulang lagi
    Kita harus mampu mengubah semuanya untuk menjdi lebih baik

    BalasHapus
  2. Memang untuk mewujudkan NEW NORMAL di perlukan kedislplinan yang tinggi dari masyarakat agar virus corona 19 bisa di kendalikan

    BalasHapus
  3. Berlaku bijak,kunci keberhasilan melewati semua,saling mengingatkan dalam mengikuti himbauan pemerintah,insya Alloh covids19 bisa ditekan penyebarannya....

    BalasHapus
  4. Leres bu ifa..new normal berarti kita menjalankan aktifitas dgn tetap berkomitmen tinggi menjaga keselamatan dgn tetap menjalankan pritokol kesehatan

    BalasHapus
  5. Kembali aktifitas dg ttp mematuhi protokoler kesehatan

    BalasHapus

Adap membaca Al quran

Adab Membaca Al-Qur'an Al-Qur'an merupakan kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara malaikat Jibril seba...